Istana Pastikan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Dibayar Pakai APBN
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh akan menggunakan APBN. Pembahasan soal pelaksanaanya belum final.
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh akan menggunakan APBN. Pembahasan soal pelaksanaanya belum final.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Garuda TV menyelenggarakan program khusus bertajuk “Indonesia Kita Spesial: Merajut Kebangsaan – Solidaritas untuk Indonesia”. Program ini menjadi inisiatif untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta...
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Mayat Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Ditemukan di Selokan Gambir ~AA Baca di sini:
Ketika fluktuasi pasar aset kripto sering kali menguras kantong investor akibat biaya transaksi, platform bursa kripto Bittime mencoba menyodorkan strategi beda.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan uji jalan biodiesel campuran 50 persen (B50) telah mencatat jarak tempuh sekitar...
GELORA.CO -Kejaksaan Agung telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola ekspor crude palm oil (CPO) dan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). Perkara ini diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 13 triliun. Informasi yang diperoleh redaksi menyebutkan para tersangka berasal dari unsur pejabat Bea Cukai Kementerian Keuangan dan pihak swasta. Para tersangka diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dan manipulasi administrasi dalam proses pengajuan, verifikasi, hingga pemberian fasilitas terkait ekspor CPO dan pengelolaan POME. Adapun nama-nama yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain R. Fadjar Donny Tjahjadi selaku Direktur Keberatan, Banding, dan Peraturan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kemudian Yusrin Husin yang diketahui sebagai Direktur PT Mitra Agung Swadaya, PT Swakarya Bangun Pratama, dan PT Agrinusa Sentosa. Tersangka lainnya adalah Yosef Felix Sitorus selaku Junior Customs Verifikator dan Roben Dima yang menjabat Kepala Seksi Kepatuhan dan Penyuluhan Bea Cukai Bontang. Selanjutnya, Erwin Situmorang sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan serta Tonny Riduan P. Simorangkir selaku Kepala Bea Cukai Banjarmasin. Kejagung juga menetapkan Edy Susanto selaku Kepala KPP Pratama Lubuk Pakam dan Lila Harsyah Bakhtiar yang menjabat Direktur Industri Kimia Hulu, Oleokimia, dan Pakan. Sementara dari unsur lainnya, turut ditetapkan Van Ricardo sebagai staf Bea Cukai, Randy Tjahyadi, serta Muhammad Zulfikar selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI Bea Cukai Kelas II Medan. Kejaksaan Agung saat ini terus mendalami peran masing-masing tersangka serta membuka kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam skandal korupsi sektor strategis tersebut. Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut tata kelola komoditas andalan nasional serta potensi kerugian negara dalam jumlah besar Sumber: RMOL
BPOM temukan 32 produk obat dan suplemen ilegal berbahaya. Produk ini mengandung bahan kimia terlarang yang dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Kejar Begal, Pelajar di Palembang Ditusuk dan Terseret Enam Meter ~AA Baca di sini:
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Adidaya Institute menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menerapkan pendekatan Big Bang dan Big Push dalam merespons persoalan kemiskinan di Indonesia. Pendekatan tersebut dinilai mencerminkan upaya negara mengambil...
Polisi Dalami Dugaan Pelecehan Seksual yang Menyeret Konten Kreator Asal Malang ~AA Baca di sini:
Sambut Ramadan 2026, Daihatsu kembali menghadirkan program Daifit dengan kemudahan beli mobil dan kesempatan meraih hadiah umroh bagi pelanggan.
Direktorat Rehabilitasi Mangrove Kemenhut menyelenggarakan Program Akselerasi MATAHARI Angkatan I sebagai upaya strategis memperkuat kapasitas kepemimpinan ASN muda Kemenhut.
Saksikan Apa Kabar Indonesia Pagi bersama Reza Baluwel & Kamaratih Kusuma, Senin 9 Februari 2026 pukul 06.30 WIB hanya di tvOne & live streaming di Acara ini dipersembahkan oleh @nissinbiscuitindonesia #CariBeritaditvOne #AKIPagitvOne #PromoFTA
GELORA.CO -Partai Gerindra tak membahas pemilihan presiden (Pilpres) 2029 dengan menyebut satu paket bersama Gibran Rakabuming Raka diperkirakan karena sudah percaya diri (pede) dapat memenangkan laga. Hal itu disampaikan pengamat politik Citra Institute, Efriza saat merespons isu dua periode Presiden Prabowo. "Tampaknya Gerindra tidak ingin mengajukan Gibran sebagai cawapres," ujar dia kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu menambahkan,salah satu fakta politik yang dapat dijadikan pembelajaran Gerindra adalah ketika Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) maju di periode kedua. "Gerindra percaya diri melihat fakta dari SBY dan Jokowi sebagai petahana presiden memasuki di periode keduanya mereka makin populer, elektabilitas menanjak, dan pasti menang mau berpasangan dengan siapapun," tuturnya. "Hal yang sama memungkinkan terjadi terhadap Prabowo," pungkas Efriza. Sumber: RMOL