Etnis Minang Paling Tidak Puas Kinerja Prabowo Tapi Jauh Lebih Baik di Era Jokowi

Etnis Minang Paling Tidak Puas Kinerja Prabowo Tapi Jauh Lebih Baik di Era Jokowi

Oleh:Erizal ETNIS Minangkabau kembali tercatat sebagai etnis yang paling rendah tingkat kepuasannya terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, 15-21 Januari 2026, yang dirilis pada Minggu 8 Februari 2026. Total kepuasan responden terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah 79,9 persen. Angka ini seperti kembali dari 100 hari masa Pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni sekitar 80 persen, yang sempat turun pada sekitar Agustus tahun lalu. Metode survei Indikator Politik Indonesia seperti biasa, multi stage random sampling, wawancara tatap muka, dengan 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia, dan margin of error sebesar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Etnis yang paling tinggi tingkat kepuasannya terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Jawa (83,1 persen), Madura (82,9 persen), Bugis (77,1 persen), Melayu (75,4 persen), Sunda (74,7 persen), Batak (72,1 persen), sementara Minangkabau hanya 52,7 persen. Sebetulnya angka 52,7 persen tingkat kepuasan etnis Minangkabau itu sudah jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Pilpres 2024 lalu, di mana perolehan suara Prabowo-Gibran di Sumatera Barat, hanya 39,45 persen. Sementara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 56,53 persen. Dan angka 52,7 persen tingkat kepuasan etnis Minangkabau terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran itu masih jauh lebih tinggi dibandingkan kinerja Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf yang hanya mencapai angka 27,8 persen tahun 2021. Artinya, tingkat kepuasan etnis Minangkabau terhadap kinerja Pemerintahan sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Artinya, peluang Prabowo didukung etnis Minangkabau, khususnya di Sumatera Barat, seperti Pilpres 2014 dan 2019, sangat terbuka lebar. Meski Anies Baswedan kembali menjadi pesaing Prabowo di Pilpres 2029. Etnis Minangkabau yang banyak melahirkan founding fathers dan mothers ini, selalu istimewa untuk disorot. Mereka dianggap yang paling objektif dan apa adanya dalam menilai terkait Pemerintahan. Tak ada istilah "tibo di mato dipiciangan, tibo di paruik dikampihan". Kalau istilah netizen yang sangat marak saat ini adalah bukan penjilat. Tapi satu satu tentu ada juga. Hahaha.... (Direktur ABC Riset & Consulting)

Mantan Relawan: Jokowi Manipulator Tak Tertandingi

Mantan Relawan: Jokowi Manipulator Tak Tertandingi

GELORA.CO -Joko Widodo alias Jokowi yang pernah menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI, serta dapat menjadikan anaknya sebagai Wapres, ketua umum partai politik dan menantunya sebagai Gubernur, bukan berarti yang bersangkutan ahli catur politik. Demikian pandangan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi, Saiful Huda Ems melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa 10 Februari 2026. "Itu semua karena Jokowi ahli menipu, ahli memanipulasi, gemar melakukan abuse of power, jagoan pencitraan dan lain-lain," kata Saiful. Saiful menegaskan bahwa penilaiannya ini tidak mengada-ada, tapi benar adanya. Ia juga mengaku pernyataannya ini tidak didasari sakit hati. "Sebab saya tidak pernah bersaing dengan Jokowi, juga bukan karena gagal move on, bukan karena tidak kebagian jabatan. Sebab saya tidak pernah berharap menjadi pejabat negara," tegas Saiful. Jokowi tercatat berhasil menjadi Wali Kota  selama dua periode (2005–2010 dan 2010–2015). Namun, belum selesai masa jabatan Wali Kota Surakarta, PDI-P mendapuknya maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Jokowi yang maju berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 2012–2017. Belum lagi usai masa jabatan sebagai kepala Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, Jokowi kembali diusung PDI-P maju dalam Pilpres 2014. Ia maju berpasangan dengan Jusuf Kalla sebagai wakilnya. Jokowi-JK berhasil meraih kemenangan. Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI (2014–2019). Tahun 2019, Jokowi kembali terpilih sebagai Presiden RI untuk masa jabatannya yang kedua. Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin untuk masa jabatan 2019 hingga 2024. Selama berkuasa, Jokowi juga sukses mengantarkan putera sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai Wapres mendampingi Prabowo Subianto. Jokowi juga berhasil menempatkan putera bungsunya, Kaesang Pangarep sebagai ketua umum PSI meski baru dua hari menjadi kader. Terakhir, Jokowi berhasil menggolkan menantunya, Bobby Nasution sebagai Walikota Medan pada Pilkada Serentak 2021 dan Gubernur Sumatera Utara di Pilkada 2024. Sumber: RMOL

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mendukung adanya audit dana hibah setelah beberapa kali masuk ke rekening atas nama Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII.

Baca di:  

~WR #KeratonSolo

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mendukung adanya audit dana hibah setelah beberapa kali masuk ke rekening atas nama Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII. Baca di: ~WR #KeratonSolo

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mendukung adanya audit dana hibah setelah beberapa kali masuk ke rekening atas nama Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII. Baca di: ~WR #KeratonSolo