Presiden Prabowo meminta pengumpulan video yang menuding program MBG menghina bangsa Indonesia. ~NA
Presiden Prabowo meminta pengumpulan video yang menuding program MBG menghina bangsa Indonesia. ~NA
Presiden Prabowo meminta pengumpulan video yang menuding program MBG menghina bangsa Indonesia. ~NA
Sebuah komet baru yang melesat menuju Matahari disebut berpotensi menjadi “Komet Besar” pada April mendatang. Komet itu bernama C/2026 A1 (MAPS).
PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) terus memberikan apresasi kepada mitra pemasar berpretasi. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mengakselerasi bisnis.
Setelah kembali dari umrah yang kedua, Ruben Onsu menunjukkan perubahan yang mencolok dalam penampilannya.
GELORA.CO - Sikap Partai Demokrat yang menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai bukan sekadar memperjuangkan prinsip demokrasi yang disuarakan publik. Namun sebagai manuver politik jangka panjang untuk membuka jalan bagi ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berlaga di Pilpres 2029. Analisis itu disampaikan Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan dalam diskusi publik bertajuk “Masa Depan Pilkada: Antara Aspirasi Rakyat dan Penataan Sistem Politik” di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. Menurut Iwan, sejak awal Demokrat dikenal sebagai partai yang konsisten menjaga kedaulatan rakyat dalam sistem elektoral. Ia mengingatkan kembali dinamika 2014, saat DPR sempat mengesahkan Pilkada lewat DPRD. “Waktu itu karena gelombang penolakan publik sangat besar, Presiden SBY akhirnya menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 yang membatalkan Pilkada via DPRD. Sistem Pilkada langsung bertahan sampai sekarang,” kata Iwan. Dalam dinamika terbaru, kata dia, Demokrat juga menunjukkan sikap yang tidak sepenuhnya sejalan dengan arus koalisi pemerintahan yang sempat mendorong Pilkada melalui DPRD. “Bahasanya memang halus. Mereka tidak terang-terangan berseberangan dengan koalisi, tapi posisinya lebih mengikuti Presiden Prabowo. Bukan suara koalisi secara keseluruhan,” jelasnya. Iwan menilai, perubahan sikap Demokrat sarat kepentingan politik jangka panjang. Salah satunya menjaga peluang AHY sebagai kandidat potensial pada Pilpres 2029. “Kalau Demokrat terlihat tidak pro terhadap aspirasi publik, peluang AHY ke depan akan semakin berat. Ini bagian dari upaya menjaga basis elektoral,” ujarnya. Di sisi lain, Iwan mengingatkan posisi Demokrat juga tidak sepenuhnya aman. Sebagai partai parlemen, bintang mercy tetap menghadapi tekanan politik dari kekuatan koalisi pemerintah. “Kalau terlalu berseberangan dengan arus kekuasaan, mereka bisa terpinggirkan. Tapi kalau ujug-ujug mendukung Pilkada via DPRD, elektoralnya bisa tergerus. Jadi Demokrat harus bermain di titik keseimbangan,” pungkasnya.
IHSG anjlok di zona merah jelang libur panjang (long weekend) karena para investor cenderung berhati-hati. Cek 3 saham top gainers di jajaran 45 saham unggulan (LQ45)
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) resmi mengajukan gugatan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait sengketa lahan SMAN 1 Bandung. Seperti diketahui, PLK kalah dari Pemprov Jabar terkait sengketa...
Swedia akan mengirim jet tempur dan pasukan elite rangers untuk patroli di Greenland demi bantu redam ambisi Amerika Serikat merebut wilayah Denmark itu.
Presiden Prabowo menjelaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa lecut ekonomi RI. Begini hitungannya.
Fitur SATSPAM+ dari IM3 didukung teknologi AIvolusi5G yang siap melindungi pejuang Ramadan dari ancaman penipuan digital.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika Nabi Muhammad SAW menyampaikan risalah Islam, beliau mendapat banyak olok-olokan dari kaum musyrik dan kafir. Mereka mengejek Rasulullah SAW. Bahkan, lisannya sampai-sampai meminta azab pada hari...
Bonatua Silalahi menerima salinan ijazah Jokowi dari KPU DKI Jakarta. Ijazah yang digunakan Jokowi saat maju sebagai cagub Jakarta itu tidak memiliki tanggal legalisasi.
Disiplin TNI Makin Baik, Prajurit Makin Sadar Tak Lakukan Pelanggaran #newsupdate #update #news #text
GELORA.CO - Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong Kweun menyebut Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara menunjuk Kim Ju Ae sebagai penerus. Jika Ju Ae diangkat dalam waktu dekat, maka ia akan menjadi pemimpin perempuan pertama di Korea Utara. Menurut pemberitaan Channel News Asia, pernyataan Lee tersebut disampaikan setelah ia menerima pengarahan dari Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS). Kemunculan Kim Ju Ae dalam berbagai kegiatan penting, mulai dari parade militer, kunjungan diplomatik tingkat tinggi hingga kongres partai, dipandang banyak kalangan sebagai bagian dari proses legitimasi politiknya. Profil Kim Ju Ae Kim Ju Ae lahir sekitar tahun 2012 atau 2013. Ia adalah putri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan istrinya Ri Sol Ju. Ju Ae adalah anak kedua dari Kim Jong Un dan Ri Sol Ju. Ia mempunyai kakak laki-laki dan adik perempuan. Nama “Ju Ae” pertama kali mencuat pada 2013 setelah mantan bintang NBA Dennis Rodman mengaku pernah menggendong bayi mereka saat berkunjung ke Pyongyang. Namun, otoritas Korea Utara tidak pernah memverifikasi klaim tersebut. Ketidakjelasan ini mencerminkan tertutupnya sistem politik Korea Utara, terutama terkait keluarga inti penguasa. Kemunculan publik pertama Kim Ju Ae terjadi pada 18 November 2022 saat ia mendampingi ayahnya dalam uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Media pemerintah menampilkan foto-foto dirinya berjalan berdampingan dengan Kim Jong Un, sebuah simbolisme kuat di tengah meningkatnya ketegangan militer di Semenanjung Korea. Pada awalnya, media menyebutnya sebagai “putri tercinta” dan “putri yang berharga”, namun kemudian menggunakan istilah “yang dihormati”, gelar yang biasanya diperuntukkan bagi figur tertinggi dalam hierarki negara. Perubahan diksi ini memicu spekulasi luas di kalangan analis bahwa ia tengah dipersiapkan sebagai penerus dinasti Kim, yang dikenal dengan sebutan garis keturunan “Paektu”. Sejak debut tersebut, Kim Ju Ae secara konsisten hadir dalam parade militer, perayaan Hari Bintang Bersinar (ulang tahun Kim Jong Il), hingga peringatan berdirinya Republik Rakyat Demokratik Korea. Sepanjang 2023 hingga 2025, intensitas kemunculannya meningkat. Ia tampil dalam berbagai seremoni penting, termasuk perayaan tahun baru di Stadion May Day Pyongyang serta peringatan hari jadi Partai Buruh Korea. Pada 2025, ia melakukan penampilan publik pertamanya di luar negeri dengan menghadiri parade kemenangan di Beijing yang memperingati 80 tahun kemenangan China atas Jepang dalam Perang Dunia II. Kehadirannya di acara internasional tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa posisinya tidak lagi sekadar simbol domestik, melainkan bagian dari diplomasi strategis Korea Utara. Spekulasi tentang masa depannya semakin menguat ketika Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) melaporkan bahwa Kim Ju Ae telah memasuki tahap “penunjukan penerus”. Laporan tersebut menyebutkan bahwa selain sering tampil dalam acara militer, ia juga diduga mulai dilibatkan dalam diskusi kebijakan negara. Pengamat menilai bahwa dalam sistem politik yang sangat simbolik seperti Korea Utara, penempatan posisi berdampingan dengan pemimpin, bahkan kadang tampak setara dalam bingkai foto resmi, bukanlah kebetulan. Namun, ada pula analis yang meragukan kemungkinan ini, mengingat tradisi patriarki yang kuat di negara tersebut serta usia Kim Ju Ae yang masih sangat muda.
Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak sebagai input data AI dinilai sangat rentan terhadap tindak kejahatan digital.
Pantau kronologi dan hasil final Figure Skating putra Olimpiade Milano Cortina 2026. Ilia Malinin sukses mengalahkan Yuma Kagiyama di Milan.