Tame Impala Just Added 2026 North American Tour Dates with Djo and Dominic Fike

Tame Impala Just Added 2026 North American Tour Dates with Djo and Dominic Fike

Tame Impala has just announced the addition of a slate of North American tour dates to their Deadbeat Tour. The summer 2026 outing will feature 13 dates with breakout superstar Djo and nine dates with Dominic Fike. Tame Impala’s Deadbeat tour will kick off April 4 in Porto, Portugal. 26 European stops await, before the […] The post Tame Impala Just Added 2026 North American Tour Dates with Djo and Dominic Fike appeared first on VICE .

Jokowi Diperiksa di Polres Solo, Roy Suryo: Aneh Banget

Jokowi Diperiksa di Polres Solo, Roy Suryo: Aneh Banget

GELORA.CO - Tersangka kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, merasa aneh dengan pendalaman yang dilakukan polisi terhadap Jokowi setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan dan memasuki tahap P19. "Katanya sudah dilimpahkan, dikembalikan, dan lucu banget ketika dikembalikan sekarang kita tahu sendiri kemarin Jokowi masih diperiksa lagi di Polresta Surakarta dengan 10 pertanyaan. Aneh banget, katanya sudah dilimpahkan, kok masih ada pertanyaan lagi," ujar Roy di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026). Menurutnya, pada Kamis ini pihaknya menghadirkan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Peneliti Senior LIPI Mohammad Sobary sebagai ahli dalam kasus yang menjeratnya. Hal itu disebutnya sebagai bentuk koreksi terhadap berkas perkara tersebut. Namun, kata dia, ia merasa janggal karena Jokowi masih harus diperiksa kembali. Bahkan, menurutnya, polisi masih mencari bukti ke Yogyakarta dan Solo, padahal sebelumnya mengklaim telah mengantongi 719 barang bukti. "Polisi juga katanya masih mencari bukti lagi ke Yogya dan ke Solo, katanya sudah ada 719 bukti, kemudian sudah ada katanya 120 sekian saksi, ada 22 ahli. Itu memang membuktikan tidak profesional, jadi itu mungkin mereka hanya bisa omong tok. Kalau cuma ngomong tok ya kayak radio, kalau cuma ngomong tok ya itu radio saja bisa ya," tuturnya.

10 Fetish Categories That Blow Up Every Year on Valentine’s Day

10 Fetish Categories That Blow Up Every Year on Valentine’s Day

Valentine’s Day is marketed like a beige-candle aisle. Soft lighting. Soft feelings. Hallmark-ad couples pretending they’ve never argued about where to eat. Meanwhile, an adult content platform called Clips4Sale says the holiday is basically the Super Bowl of “what if we tried something…else.” According to C4S, overall sales routinely more than triple around Valentine’s Day, […] The post 10 Fetish Categories That Blow Up Every Year on Valentine’s Day appeared first on VICE .

Banser Meradang! Gak Terima Bahar bin Smith Tak Jadi Ditahan!

Banser Meradang! Gak Terima Bahar bin Smith Tak Jadi Ditahan!

GELORA.CO - Tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Bahar bin Smith, mendapatkan penangguhan penahanan, pada Rabu, 11 Februari 2026. Berangkat dari hal tersebut, Rida--anggota Banser yang menjadi dugaan penganiayaan oleh Bahar bin Smith, buka suara. Ia menyatakan kekecewaaannya atas penangguhan penahanan tersangka. "Saya Rida, korban dari persekusi Bahar bin Smith pada acara maulid kecamatan Cipondoh.Sampai saat ini kasusnya masih belum selesai," ujarnya Kamis, 12 Februari 2026. Oleh karena itu, Rida meminta agar kasus dugaan penganiayaan hingga pengeroyokan terhadap dirinya tetap berjalan. Dia pun menyatakan sikap untuk terus mengawal proses hukum dan berharap polisi bertindak tegas. "Saya berharap Bahar segera ditersangkakan, ditangkap, dan dipenjarakan. Saya sampai detik ini minta keadilan dari pihak yang berwajib," tegasnya. Diketahui, Bahar bin Smith, tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendapatkan penangguhan penahanan oleh Polres Metro Tangerang Kota. Pendakwah yang identik dengan rambut gondrongnya itu dipulangkan pada malam ini--setelah menjalani proses pemeriksaan yang panjang sejak Selasa, 10 Februari 2026. Hal tersebut ditegaskan kuasa hukum Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu malam, 11 Februari 2026. "Malam ini diberikan penangguhan penahanan, untuk tidak dilakukan penahanan," ujarnya. "Jadi tidak ditahan, beliau bisa pulang, bisa kembali kumpul dengan keluarga," sambung Tuankotta. Ichwan mengemukakan, pertimbangan ditangguhkannya penahanan salah satunya Bahar bin Smith merupakan tulang punggung keluarga. Pihaknya juga memberikan jamin kepada kepolisian. "Beliau juga guru yang harus mengajar santrinya. Kemudian juga beliau akan kooperatif untuk menjalani proses ini. Kemudian juga ada jaminan dari pihak keluarga," tuturnya. Tak berhenti di situ, kata Ichwan, Bahar bin Smith juga telah membuat penyataan permintaan maaf kepada korban dan pihak GP Ansor, terkait kasus tersebut, serta membuka adanya restorative justice. "Kami akan tetap aktif untuk menghubungi korban dan pihak-pihak tertentu, untuk melakukan restorative justice sesuai dengan permohonan kami, yang telah disampaikan kepada Kapolres Metro Tangerang Kota Tangerang," terangnya.