Daftar Saham Kena Depak MSCI, Apa Saja?
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mendepak sejumlah saham emiten Indonesia dari daftar indeksnya per 30 Januari 2026.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mendepak sejumlah saham emiten Indonesia dari daftar indeksnya per 30 Januari 2026.
IHSG Diproyeksi Fluktuatif Jelang Long Weekend #bisnisupdate #update #bisnis #text
Kebiasaan redakan depresi bisa dimulai dari rutinitas, olahraga, hingga tidur cukup dan dukungan profesional.
Isuzu Traga disebut masih menjadi salah satu model andalan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di segmen kendaraan niaga ringan. #kumparanOTO
Jika anda pencinta masyarakat yang sehat dorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula dengan mengurangi konsumsi MBDK.
Mohan Hazian akui kesalahan dan mundur dari Thanksinsomnia menjadi berita populer di hari Kamis (12/2). #kumparanHITS #newsupdate
jabar.jpnn.com , JAKARTA - Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Pemerhati Hukum dan Pegiat Anti Korupsi Sulawesi Tenggara menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis (12/2/2026).
kalsel.jpnn.com , BANJARMASIN - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan membuat gerakan bersih sampah setiap pekan untuk mendukung program nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Indonesia Asri.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, ASTRO menghadirkan kampanye Ramadan melalui program promo 'BIG Berkah'. Promo ini menawarkan berbagai kemudahan berbelanja dengan harga terjangkau. Didukung layanan belanja...
Oleh:Erizal KENAPA Joko Widodo alias Jokowi sejak awal sudah memasangkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dua periode, bahkan sejak tahun pertama Prabowo memimpin? Pertama, karena Jokowi ingin mengarahkan, mendikte, atau lebih tepatnya, memaksa Prabowo, untuk tidak lari atau tetap berada dalam dekapan dirinya dan keluarganya. Kedua, agar Prabowo tak cepat lupa bahwa ia jadi Presiden karena dirinya. Dialah yang menjadikan Prabowo Presiden, bukan sekadar pilihan rakyat. Pilihan rakyat faktor kedua, bukan pertama. Jokowi itu sendiri, dianggap pilihan rakyat. Jokowi sadar, kekuasaan bisa cepat melupakan jasa orang lain. Ketiga, agar kalau nanti Prabowo tak mengambil Gibran sebagai Cawapresnya di periode kedua, maka mudah bagi Jokowi memerankan posisi sebagai pihak yang dizalimi. Posisi sebagai pihak yang dizalimi ini memudahkan Jokowi mengambil keuntungan politik terhadap Gibran, termasuk PSI. Keempat, seandainya Prabowo tak mengambil Gibran sebagai Cawapresnya pun, dan Jokowi memilih tak memajukan Gibran, ikut Prabowo saja, Jokowi pun diuntungkan sebagai orang yang legowo atau berbesar hati. Posisi tidaklah penting. Yang penting kebersamaan untuk masa depan. Keempat faktor itu, kenapa Jokowi memasangkan Prabowo-Gibran dua periode lebih awal, semuanya menguntungkannya. Jokowi merasa penting, tidak saja di masa lalu, saat ini, tapi juga di masa depan. Jokowi tak merasa bahwa apa yang dilakukannya membuat orang justru makin eneg terhadap dirinya, Faktor pertama di mana Jokowi ingin terus membayang-bayangi Prabowo, lebih banyak disuarakan oleh lawan-lawan politik Jokowi. Jokowi tak mau berhenti demi kekuasaan anaknya. Jokowi seperti tak mengenal kata cukup, sebelum Gibran benar-benar menjadi Presiden Republik Indonesia. Sedangkan faktor kedua dan ketiga, di mana Jokowi sudah berjasa menjadikan Prabowo sebagai Presiden dan Prabowo akan kalah kalau tak lagi menggandeng Gibran, karena sudah mengkhianati Jokowi, lebih banyak disuarakan oleh pendukung Jokowi. Mereka beranggapan Prabowo tak ada apa-apa dan tak akan mau mengkhianati Jokowi. Faktor keempat di mana Jokowi tak akan melawan Prabowo, meskipun Prabowo tak mengambil Gibran sebagai Cawapresnya; Jokowi dikesankan berjiwa besar dan legowo; baru terdengar dari satu orang pengamat politik yang menyuarakannya, yang merasa mengerti betul Jokowi, yakni Hasan Nasbi. Hasan Nasbi mengatakan bahwa Jokowi tak akan masuk dalam sebuah peperangan atau kontestasi, kalau peluang menangnya tipis atau malah tak ada sama sekali. Jokowi dikatakannya penganut Sun Tzu sejati. Menang dulu baru masuk pertempuran. Fifty-fifty pun Jokowi tak akan masuk pertempuran. (Direktur ABC Riset & Consulting)
Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan peringatan keras agar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tetap konsisten pada fungsi utama sebagai fund manager.
Setiap tanda bintang memiliki energi dan tantangan unik yang memengaruhi fokus, produktivitas, dan cara mengambil keputusan. Simak ramalan peruntungan zodiakmu di sini!
Herloom Hotel & Residence BSD hadirkan promo Ramadan “Home of Ramadan” dengan Iftar buffet Rp220 ribu nett, diskon anak, promo bank, hingga paket room bundling.
Rusia balas dendam atas serangan besar-besaran Ukraina yang melibatkan ratusan drone, rudal HIMARS, dan bom luncur.
Garis pertahanan Barcelona yang tinggi bisa dengan mudah dibelah oleh pemain-pemain Atletico Madrid. Alhasil Barcelona kalah 0-4 di ajang Copa del Rey.
Menteri Sosial Gus Ipul mengungkapkan 54 juta jiwa belum menerima PBI-JK. Pemerintah perbaiki data DTSEN untuk penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat.