Meski Sudah Dibantah, Netizen Belum Percaya Eca Aura Gegara Ditemukan Bukti Baru Ini
Eca Aura kembali menjadi sorotan setelah isu dugaan kepemilikan tabung whip pink mencuat dan berkembang di media sosial. Meski telah memberikan klarifikasi terbuka.
Eca Aura kembali menjadi sorotan setelah isu dugaan kepemilikan tabung whip pink mencuat dan berkembang di media sosial. Meski telah memberikan klarifikasi terbuka.
GELORA.CO - Sebuah rekaman video intim berdurasi 13 menit 17 detik menjadi pusat investigasi kepolisian setelah viral di media sosial. Video yang diduga kuat direkam di dalam kamar posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa di Lombok Timur ini memicu gelombang pencarian dengan frasa "link video kkn lombok timur" di TikTok dan Google. Detail Visual dalam Video Berdasarkan deskripsi yang beredar dan dikonfirmasi oleh sejumlah sumber, adegan dalam video menunjukkan sepasang pria dan wanita di atas sebuah ranjang. Detail visual yang paling mencolok dan menjadi ciri khas adalah seprei berwarna merah dengan motif bunga yang menjadi alas tempat adegan tersebut terjadi. Latar belakang ruangan terlihat sederhana, konsisten dengan tampilan sebuah kamar di posko atau tempat tinggal sementara. Pria yang terlibat dalam rekaman tersebut secara spesifik diduga merupakan ketua kelompok KKN yang bertugas di wilayah tersebut. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Kepala Desa setempat yang membenarkan bahwa pemeran dalam video adalah anggota KKN di desanya, meski ia menyatakan tidak tahu menahu soal pembuatan dan penyebaran video itu. "Benar itu kalau dia (pemeran) KKN di desa kami, tapi kalau masalah video ini saya sama sekali tidak tahu," kata Kepala Desa. Kelompok KKN yang dimaksud telah menyelesaikan programnya dan ditarik pulang oleh kampusnya sejak 5 Februari 2026. Mereka sebelumnya menyewa rumah warga sebagai posko. Pria yang diduga sebagai ketua kelompok tersebut dikabarkan telah kembali ke kota asalnya. Merespons peredaran video yang diduga melanggar norma dan hukum tersebut, Kepolisian Resor Lombok Timur melalui Kasi Humas, AKP Nicolas Osman, menyatakan telah memulai penyelidikan. "Kami akan cek dan telusuri dulu kebenarannya," ujar Nicolas Osman, menegaskan bahwa pihaknya sedang menelusuri kebenaran informasi dan asal-usul video yang beredar luas melalui aplikasi WhatsApp tersebut. Viralnya video ini tidak hanya menimbulkan kontroversi di ranah publik tetapi juga memunculkan pertanyaan serius mengenai etika, privasi, serta tanggung jawab moral selama menjalani program pengabdian masyarakat seperti KKN. Publik diimbau untuk tidak terus menyebarluaskan konten tersebut karena dapat berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Investigasi untuk mengungkap kebenaran di balik rekaman berdurasi 13 menit dengan seprei merah bermotif bunga itu masih terus berlanjut. Sumber: indopop
KBRI Siapkan Pengacara untuk WNI Korban Kecelakaan di Singapura #newsupdate #update #news #text
Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Sugiono mengecam secara keras keputusan Israel yang memaksakan kedaulatan tidak ...
Dirregident Korlantas Polri Brigjen Wibowo menjelaskan e-BPKB memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat dalam berbagai proses administrasi kendaraan bermotor.
REMAJA yang menyiramkan air keras ke sesama pelajar di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/2) ditangkap. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Senin
KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta Iwan Setiawan menegaskan peran kepemimpinan kepala daerah menjadi indikator utama kebangkitan ekonomi Jakarta.
Polda NTB menetapkan Kasat Narkoba Polres Bima AKP Malaungi sebagai tersangka kasus narkoba dengan barang bukti sabu-sabu dengan berat bersih 488 gram.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan letusan ...
GELORA.CO - Arah kebijakan pemerintahan saat ini dinilai tak lepas dari kalkulasi politik menuju Pemilu 2029. Sejumlah langkah Presiden Prabowo Subianto dibaca sebagai upaya membangun dan mengokohkan basis suara sejak awal masa jabatan. Dalam konteks itu, fokus Partai Gerindra dinilai masih berkutat pada pengamanan posisi Prabowo sebagai calon presiden. Soal siapa pendampingnya nanti, dinilai belum menjadi prioritas. "Berdasarkan hal di atas, menurut saya sangat wajar jika Gerindra masih berfokus pada mengamankan posisi Prabowo sebagai Capres mendatang, alih-alih memikirkan pasangannya nanti," tutur Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut Ardha, pembahasan cawapres baru akan mengemuka setelah basis elektoral Prabowo dinilai solid. Karena itu, dinamika apakah Gibran Rakabuming Raka tetap mendampingi atau justru tergeser sangat bergantung pada konstelasi politik ke depan. "Karenanya, pernyataan Jokowi yang akan mendukung Prabowo-Gibran dua periode menurut saya merupakan pernyataan yang prematur. Dengan konstelasi saat ini, peran Gibran sendiri relatif terbatas. Sebagai Wakil Presiden, yang sama-sama kita tahu secara aturan lebih berperan sebagai 'ban serep', Gibran tidak leluasa untuk melakukan langkah-langkah politis yang signifikan," ungkapnya. Ia menilai situasi tersebut ikut menjelaskan langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang “turun gunung” dalam Kongres PSI, sebagai penegasan posisi politiknya di tengah dinamika kekuasaan. Namun, Ardha mempertanyakan apakah PSI cukup kuat menjadi alat tawar Jokowi agar Gibran kembali disandingkan dengan Prabowo pada 2029. "Kembali, menurut saya hal tersebut masih terlalu dini untuk dinilai, bukan saja karena pengusungan Cawapres yang masih jauh, akan tetapi juga masih terdapat sejumlah agenda politik yang akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan politik Jokowi," jelasnya. Ia menyinggung isu reshuffle kabinet yang sempat mencuat. Perombakan itu, kata Ardha, berpotensi menjadi titik balik relasi Prabowo dan Jokowi, tergantung apakah posisi orang-orang Jokowi di kabinet menguat atau justru tersingkir. "Katakanlah agenda reshuffle yang kemarin-kemarin sempat santer diberitakan, apakah akan menggeser posisi proxy Jokowi di kabinet atau justru tergeser? Tentu hal tersebut akan menjadi game changer hubungan Prabowo dan Jokowi lebih lanjut," pungkasnya. Sebelumnya, Ketua Harian Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani secara terbuka menggaungkan Prabowo sebagai presiden dua periode dalam perayaan HUT ke-18 Gerindra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026). “Sayangilah, bantulah, dan dukunglah terus-menerus pemerintahan Prabowo ini untuk Indonesia yang lebih baik,” ucap Muzani. Seruan itu ditutup dengan yel-yel kader yang menggema di ruangan. “Saya tanya Gerindra, jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode!,” serunya. “Gerindra? Menang. Prabowo? Presiden. Presiden? Dua periode!,” balas kader serempak. Meski gaung dua periode menguat, Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menegaskan partainya belum masuk pembahasan Pilpres 2029 dan masih fokus mengawal pemerintahan. “Kita enggak pernah, belum pernah. Belum pernah membuka pembicaraan itu,” ujarnya. “Jadi tidak ada bicara itu, masih fokus pada, itu tadi saya sampaikan, perjuangan ini masih panjang, perjuangan ini masih panjang. Kita masih, program-program yang diluncurkan oleh Pak Presiden ini juga harus terus kita kawal kesuksesannya,” lanjut Sugiono. Di tengah panasnya wacana, Jokowi ikut angkat suara. Ia secara terbuka menyatakan dukungan agar duet Prabowo-Gibran berlanjut. “Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
KEPOLISIAN Daerah Jambi berhasil mengagalkan perjalanan ribuan liter minyak solar bersubsidi asal Sumatra Barat.