Enam Pejabat Mundur Kepemimpinan Bobby Nasution di Sumut Gagal

Enam Pejabat Mundur Kepemimpinan Bobby Nasution di Sumut Gagal

GELORA.CO -Belum genap setahun sejak Bobby Nasution dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara pada 20 Februari 2025, enam pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut memilih mengundurkan diri Direktur Eksekutif Indonesia Government Watch (IGoWa), Sutrisno Pangaribuan mengatakan, pengunduran diri sejumlah pejabat di Sumut tidak dapat dipandang sebagai hal biasa. “Pejabat yang sudah dilantik lalu memilih mundur justru menunjukkan ketidakmampuan gubernur dalam memilih orang yang tepat. Yang tidak kompeten itu gubernurnya, bukan pejabat yang mengundurkan diri,” kata Sutrisno di Medan, dikutip dari RMOLSumut, Jumat 13 Februari 2026. Ia menilai mundurnya para kepala dinas menjadi indikasi bahwa Bobby Nasution tidak memiliki kecakapan dalam menjalankan tugasnya, sehingga gagal menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk mewujudkan visi dan misi pemerintahan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sutrisno juga mengingatkan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah seharusnya bekerja berdasarkan RPJMD sebagai pedoman utama, bukan berdasarkan kehendak personal kepala daerah. Jika terdapat penyimpangan dari RPJMD, menurutnya, hal tersebut sudah masuk dalam kategori pelanggaran hukum. Lebih jauh, Sutrisno menilai, lemahnya kepemimpinan gubernur juga tercermin dari kasus operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Topan Ginting, sosok yang disebutnya telah lama berada di lingkaran kekuasaan Bobby sejak masih menjabat Wali Kota Medan hingga memimpin Pemprov Sumut. “Mundurnya pejabat yang telah disumpah dengan kitab suci masing-masing agama memberi isyarat bahwa mereka tidak yakin dapat selamat dari berbagai risiko jabatan, terutama risiko hukum,” kata Sutrisno. Ia menduga para kepala dinas bekerja dalam tekanan dan melihat potensi terjadinya pelanggaran hukum, sehingga memilih mundur untuk menghindari risiko yang lebih besar. “Pengunduran diri para kadis ini adalah potret kegagalan total dalam kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan di Sumatera Utara,” pungkas Sutrisno. Mereka yang mundur adalah Fitra Kurnia selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM, Hasmirizal selaku Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Hendra Dermawan Siregar selaku Kepala Dinas PUPR Sumut, Rajali selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura, Muhammad Rahmadani Lubis selaku Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut, dan Ilyas Sitorus selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Sumber: RMOL

Jokowi Terus Kena Bullying Tanpa Henti

Jokowi Terus Kena Bullying Tanpa Henti

GELORA.CO -Nasib Joko Widodo alias Jokowi setelah tidak lagi berkuasa benar-benar berbeda dari para presiden pendahulunya. Kini Jokowi setiap hari terus terkena bullying dari warganet tanpa henti. Hal ini bisa terpantau dari mayoritas platform media sosial (medsos). "Jokowi merasa setelah jadi mantan dia akan dihormati dan dimuliakan, tahunya dapat cacian tiap hari. Itu jelas azab," tulis peneliti media dan politik Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya, dikutip Jumat 13 Februari 2026. Unggahan Buni Yani tersebut mendapat komentar menohok dari Aant S Kawisar. Menurutnya, Jokowi telah menghina dan melecehkan seluruh bangsa Indonesia, sehingga wajar membuat kaum terpelajar marah besar. "Dengan ijazah palsu dia membohongi seluruh rakat Indonesia jadi presiden, lalu setelah jadi mantan dia menyodorkan anaknyya yang tak tamat SMA jadi wakil presiden," tulis Aant S Kawisar. "Mantan yang teraniaya," kata Kang Hima. "10 tahun Fir'oon berkuasa daya rusaknya luar biasa," sambung Kang Arno. Sumber: RMOL

Pearl Jam’s Eddie Vedder Says the Band Is ‘Woodshedding’ Again After Drummer Matt Cameron’s Exit

Pearl Jam’s Eddie Vedder Says the Band Is ‘Woodshedding’ Again After Drummer Matt Cameron’s Exit

Less than a year after the exit of drummer Matt Cameron, Pearl Jam are on a path to re-energizing themselves. According to frontman Eddie Vedder, the band is “woodshedding” while playing music together. Speaking to Rolling Stone, Vedder revealed that he and the rest of the band have been rehearsing together. He also said they are […] The post Pearl Jam’s Eddie Vedder Says the Band Is ‘Woodshedding’ Again After Drummer Matt Cameron’s Exit appeared first on VICE .

Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). 

Insiden ini memicu reaksi keras dari rekan sejawat mereka, termasuk anggota Ikatan

Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Insiden ini memicu reaksi keras dari rekan sejawat mereka, termasuk anggota Ikatan

Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Insiden ini memicu reaksi keras dari rekan sejawat mereka, termasuk anggota Ikatan

Saksi Yora Lovita mengaku ada dua orang yang mengatasnamakan penyidik KPK meminta Rp 10 miliar agar kasus RPTKA dihentikan. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan terdakwa Gatot Widiartono saat perkara masih tahap penyelidikan.

Baca selengkapnya:

Saksi Yora Lovita mengaku ada dua orang yang mengatasnamakan penyidik KPK meminta Rp 10 miliar agar kasus RPTKA dihentikan. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan terdakwa Gatot Widiartono saat perkara masih tahap penyelidikan. Baca selengkapnya:

Saksi Yora Lovita mengaku ada dua orang yang mengatasnamakan penyidik KPK meminta Rp 10 miliar agar kasus RPTKA dihentikan. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan terdakwa Gatot Widiartono saat perkara masih tahap penyelidikan. Baca selengkapnya: