Resah, Ratusan Nasabah Geruduk Kantor Bank Cirebon Usai Izin Usaha Dicabut OJK

Resah, Ratusan Nasabah Geruduk Kantor Bank Cirebon Usai Izin Usaha Dicabut OJK

GELORA.CO - Ratusan emak-emak di Cirebon, Jawa Barat, mendatangi kantor Perumda BPR Bank Cirebon pada Selasa (10/2/2026) pagi. Aksi tersebut terjadi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha bank yang telah berdiri puluhan tahun itu. Informasi penutupan yang beredar mendadak di media sosial membuat para nasabah panik. Mereka berbondong-bondong datang untuk menuntut kejelasan mengenai dana simpanan yang telah ditabung selama bertahun-tahun. Mayoritas nasabah mengaku dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan Lebaran dan biaya sekolah anak. Sejumlah nasabah, seperti Mimin seorang pedagang pasar dan Reni seorang ibu rumah tangga, menyampaikan keresahan mereka atas nasib tabungan yang belum jelas. "Infornya bank ini sudah ditutup dan kita sebagai nasabah kaget. Tujuan ke sini kita minta kejelasan uang itu kapan dicarikan karena kita butuh uang itu untuk anak sekolah. Umumnya ibu-ibu nabung di sini untuk anak sekolah," kata Mimin di lokasi. OJK Cirebon menegaskan pencabutan izin usaha dilakukan setelah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan tidak melakukan penyelamatan terhadap bank daerah tersebut. Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib menghimbau agar nasabah tetap tenang karena LPS sedang menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku. "Kami mengimbau kepada masyarakat atau nasabah diharap tenang tidak perlu panik karena semua dana simpanan dijamin oleh LPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucap Agus. Hingga Selasa siang, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank Cirebon maupun LPS. Sementara itu, ratusan emak-emak masih bertahan di kantor bank milik Perumda Kota Cirebon tersebut Sumber: inews

Kenapa di Bandung jarang ada gedung tinggi?

Ada faktor tanah, ada risiko gempa, ada jalur pesawat, dan semuanya ketemu di satu kota yang posisinya unik.

Makanya banyak aturan tentang mendirikan bangunan di Bandung,apalagi di area tengah kota.

Kalau lihat Bandung sekarang,

Kenapa di Bandung jarang ada gedung tinggi? Ada faktor tanah, ada risiko gempa, ada jalur pesawat, dan semuanya ketemu di satu kota yang posisinya unik. Makanya banyak aturan tentang mendirikan bangunan di Bandung,apalagi di area tengah kota. Kalau lihat Bandung sekarang,

Kenapa di Bandung jarang ada gedung tinggi? Ada faktor tanah, ada risiko gempa, ada jalur pesawat, dan semuanya ketemu di satu kota yang posisinya unik. Makanya banyak aturan tentang mendirikan bangunan di Bandung,apalagi di area tengah kota. Kalau lihat Bandung sekarang,

Roy Suryo Tantang Pihak yang Ragukan Penelitian Ijazah Jokowi: Kami Ada Bukti Ilmiah

Roy Suryo Tantang Pihak yang Ragukan Penelitian Ijazah Jokowi: Kami Ada Bukti Ilmiah

GELORA.CO - Pakar telematika Roy Suryo kembali menyentil sejumlah pihak yang menyebut tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) yang dilayangkan dirinya bukan berdasarkan hasil penelitian. Dia menantang pihak yang meragukan penelitiannya tersebut. “Orang yang bilang yang bukan penelitian, itu mana penelitian dia? Ya, itu jelas-jelas penelitian dan ini terbukti bahwa apa yang sudah kami hasilkan dalam buku Jokowi Paper (Jokowi's White Paper) 700 halaman itu. Itu bukti nyata dari apa? Proses panjang,” ujar Roy di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026). Dia menyebut, pernyataan ijazah palsu Jokowi itu bukan tanpa dasar. Dirinya bersama rekan lainnya telah mendapatkan beberapa bukti. Roy mencontohkan rekannya Bonatua Silalahi sudah mendapatkan salinan resmi. Salinan tersebut sama dan identik sehingga ijazah yang dimiliki Jokowi terindikasi palsu. “Jadi itu jelas betul itu sangat mendukung apa yang kami teliti selama ini. Ijazahnya adalah sama, identik dengan yang dikumpulkan oleh Jokowi. Berarti yang palsu. Karena ijazah yang dikumpulkan sama itu. Jelas betul mengandung beberapa kepalsuan,” ucap dia. Dia menekankan, dirinya tidak akan banyak menggubris tudingan tidak melakukan penelitian atau memfitnah Jokowi memiliki ijazah palsu. Menurutnya, rakyat Indonesia bisa menilai ijazah Jokowi tersebut, apalagi sudah banyak diuji oleh para ahli penelitian dan para pakar lainnya. “Jadi sekali lagi orang yang mengatakan itu biarkan dia ngomong apa adanya, silakan saja. Tapi rakyat Indonesia sudah membuktikan, yang kami lakukan ada bukti ilmiah, yaitu siap dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan bahkan sudah ditestimoni oleh beberapa profesor dan beberapa dokter akan hasil-hasil penelitian,” kata dia Sumber: inews