Nia Ramadhani Buka Suara Isu Cerai, Ini Klarifikasinya
Rumor cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie viral. Nia akhirnya buka suara dan menegaskan kabar tersebut tidak benar.
Rumor cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie viral. Nia akhirnya buka suara dan menegaskan kabar tersebut tidak benar.
Keputusan ini patut dirayakan. De-kriminalisasi ini bukan hanya kemenangan pers, tapi afirmasi bahwa UU ITE harus direformasi agar tak lagi jadi alat represi.
Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) bangga atlet Indonesia berprestasi di Carabao International Open 2026.
Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) bangga atlet Indonesia berprestasi di Carabao International Open 2026.
Pep Guardiola menegaskan betapa sulitnya meraih kemenangan di kandang Liverpool. Laga Liverpool vs Man City berakhir dramatis dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Anfield.
bali.jpnn.com , KINTAMANI - Peristiwa tragis terjadi di lokasi pancing Banjar Toya Bungkah, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli , Minggu (8/2) kemarin pukul 14.30 WITA.
“Wali kota melihat UMP normatif tanpa mempertimbangkan kapasitas dan realitas ekonomi para pelaku. Kebijakan ini dibuat dalam ruang hampa dan tanpa solusi terhadap mereka yang terkena PHK,” kata Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh
REPUBLIKA.CO.ID, DOHA – Pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal, menolak seruan untuk melucuti senjata faksi-faksi Palestina di Gaza. Ia beralasan melucuti senjata dari masyarakat yang dijajah akan...
PBB menghadapi krisis keuangan akibat tunggakan iuran, terutama dari AS. Duta Besar AS mengumumkan pembayaran awal untuk menutup kewajiban tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, SIPRUS -- Komisioner iklim Uni Eropa mengumumkan pembentukan pemadam kebakaran Eropa yang terdiri dari 300 personel. Pembentukan pemadam kebakaran ini didorong semakin sering dan intensifnya kebakaran hutan di kawasan...
PBB menghadapi krisis keuangan akibat tunggakan iuran, terutama dari AS. Duta Besar AS mengumumkan pembayaran awal untuk menutup kewajiban tersebut.
GELORA.CO - - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto merespons terkait video dirinya mendapatkan ancaman golok dari warga saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL). Peristiwa yang terjadi di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara pun viral di media sosial Tri menegaskan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada pedagang sebelum penertiban dilakukan. Dalam kesempatan itu, Tri hadir bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro. "Tentu sudah ada imbauan sebelumnya petugas jadi kami minta untuk dapat melakukan secara persuasif," ucap Tri, Minggu (8/2/2026). Terkait ancaman golok dari warga, Tri mengaku tidak terlalu khawatir. Dia lebih khawatir saat pelanggaran yang dilakukan masyarakat justru sengaja dibiarkan. "Saya bukan khawatir kepada goloknya tetapi khawatir jika masyarakat sering melanggar peraturan dan ini akan menjadi kebiasaan. Lama-lama jadi pembiaran, akhirnya para pelanggar merasa dirinya paling benar," ucapnya. Politisi PDIP itu mengatakan, kemarahan yang muncul dari pria dalam video tersebut merupakan bentuk akumulasi, yang pada akhirnya dilakukan penindakan. Sebab, selama ini para pelanggar dengan nyaman tidak dilakukan penindakan padahal telah melanggar aturan. "Nah kemarahan ini lah bentuk akumulasi pembiaran selama bertahun-tahun ketika nggak pernah ditindak," katanya. Adapun, dalam video yang beredar awalnya petugas berompi Satpol PP hendak menertibkan sebuah tempat penyimpanan kelapa berbahan besi. Barang itu terletak tepat di pinggir jalan atau di depan sebuah ruko. Saat proses pembongkaran sedang berjalan, tiba-tiba seorang pria berbaju merah tidak terima dengan apa yang dilakukan petugas. Dia meminta agar petugas tidak membongkar tempat penyimpanan kelapa tersebut. "Woy, woy jangan yang ini," teriak pria berbaju merah. Adu mulut sempat terjadi antara petugas dengan pria tersebut. Hingga akhir sang pria berkepala pelontos itu masuk ke dalam ruko dan keluar membawa senjata tajam jenis golok. Pria tersebut mengancam seorang petugas yang sebelumnya bersitegang dengan dia. Menghadapi ancaman tersebut, petugas itu terpaksa memundurkan langkahnya menuju Tri Adhianto ketika golok diacungkan ke arahnya. "Awas pak, awas pak wali, amankan itu (orangnya)," ucap perekam video. Tri nampak sempat menjauh ketika pria tersebut datang ke arahnya sambil membawa golok. Sang pria pembawa golok akhirnya diberi pengertian oleh Kapolres Metro Bekasi Kota terkait penertiban yang dilakukan Pemkot Bekasi Sumber: inews
GELORA.CO - - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto merespons terkait video dirinya mendapatkan ancaman golok dari warga saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL). Peristiwa yang terjadi di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara pun viral di media sosial Tri menegaskan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada pedagang sebelum penertiban dilakukan. Dalam kesempatan itu, Tri hadir bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro. "Tentu sudah ada imbauan sebelumnya petugas jadi kami minta untuk dapat melakukan secara persuasif," ucap Tri, Minggu (8/2/2026). Terkait ancaman golok dari warga, Tri mengaku tidak terlalu khawatir. Dia lebih khawatir saat pelanggaran yang dilakukan masyarakat justru sengaja dibiarkan. "Saya bukan khawatir kepada goloknya tetapi khawatir jika masyarakat sering melanggar peraturan dan ini akan menjadi kebiasaan. Lama-lama jadi pembiaran, akhirnya para pelanggar merasa dirinya paling benar," ucapnya. Politisi PDIP itu mengatakan, kemarahan yang muncul dari pria dalam video tersebut merupakan bentuk akumulasi, yang pada akhirnya dilakukan penindakan. Sebab, selama ini para pelanggar dengan nyaman tidak dilakukan penindakan padahal telah melanggar aturan. "Nah kemarahan ini lah bentuk akumulasi pembiaran selama bertahun-tahun ketika nggak pernah ditindak," katanya. Adapun, dalam video yang beredar awalnya petugas berompi Satpol PP hendak menertibkan sebuah tempat penyimpanan kelapa berbahan besi. Barang itu terletak tepat di pinggir jalan atau di depan sebuah ruko. Saat proses pembongkaran sedang berjalan, tiba-tiba seorang pria berbaju merah tidak terima dengan apa yang dilakukan petugas. Dia meminta agar petugas tidak membongkar tempat penyimpanan kelapa tersebut. "Woy, woy jangan yang ini," teriak pria berbaju merah. Adu mulut sempat terjadi antara petugas dengan pria tersebut. Hingga akhir sang pria berkepala pelontos itu masuk ke dalam ruko dan keluar membawa senjata tajam jenis golok. Pria tersebut mengancam seorang petugas yang sebelumnya bersitegang dengan dia. Menghadapi ancaman tersebut, petugas itu terpaksa memundurkan langkahnya menuju Tri Adhianto ketika golok diacungkan ke arahnya. "Awas pak, awas pak wali, amankan itu (orangnya)," ucap perekam video. Tri nampak sempat menjauh ketika pria tersebut datang ke arahnya sambil membawa golok. Sang pria pembawa golok akhirnya diberi pengertian oleh Kapolres Metro Bekasi Kota terkait penertiban yang dilakukan Pemkot Bekasi Sumber: inews
Mengingat cuaca yang didominasi oleh hujan hari ini, masyarakat yang berencana keluar rumah diimbau untuk tetap waspada.